jika diibaratkan.. kamu itu petani hebat,aku ini biji yang sudah separuh rapuh tak berbentuk. lalu kamu memilih aku untuk kamu coba rawat kembali hingga kembali utuh seperti semula. 

setiap hari kamu rawat,setiap hari kamu sirami hingga lambat laun biji itu tumbuh menjadi benih-benih tanaman. meskipun prosesnya lama..karna memang biji itu tak bisa tumbuh dengan optimal dengan kedaan setengah rapuh.

saat itu petang selalu indah,saat siang mulai digantikan senja. kamu selalu datang untuk menyiramiku,membuang sedikit demi sedikit apa itu yang rapuh. memungut satu persatu apa itu yang jatuh kebumi. aku gak memaksa kamu melakukan itu,karna memang biji yang sudah setengah hancur akan membutuhkan waktu yang lama untuk berbenih,kecuali kamu mau susah payah mengganti lagi dengan bii yang lebih kuat dan indah.

tapi.. petang tak selamanya indah,senja tak selamanya jingga. saat itu,kamu tak datang lagi. iya,kamu menghilang. saat biji ini mulai akan tumbuh menjadi tanaman yang indah kamu tak datang untuk menyirami lagi setiap petangnya.

hari ke hari,malam ke malam.. dia selalu menunggu akan datangnya kamu. ketika apa yang dahulu sudah mulai tumbuh sekarang perlahan gugur dan berantakan. 

entah apa yang harus ia lakukan.. hingga perlahan waktu pun yang membunuh.. karna,apapun yang tumbuh akan mati nantinya..dimakan waktu. tapi tidak jika merawatnya. and look at the hearts like that!

"Ketika dia yakin,dia pasti perjuangin. Kalo dia gak perjuangin,gak usah diharepin"


dhini

"Waktu berjalan, kenangan mengikuti. Waktu berhenti, kenangan menghampiri. Sulit"

? (via alpharikk)

malam yang pekat bersama bintang yang ditemani setengah bulan yang berseri itu indah bukan?malam sekarang yang sering aku lewati gak seindah dulu. bintang yang dulu gemilng sekarang bersembunyi dibalik awan yang gelap, bulan yang berseri perlahan mulai memudar seiring digantikannya oleh rintik hujan bahkan air terjun kesedihan.

kenapa?kenapa semuanya berubah?aku cuman bisa tanya waktu tapi dia gak jawab juga. selama ini aku cari-cari, aku reka-reka apa sebenarnya jawaban itu. tapi dia tak kunjung menampakkan diri.

kita pernah dipertemukan, saling membalas kata, saling memandang mata, tertawa bahagia membiarkan waktu sejenak berhenti menyimpan itu semua di ingatan kita. atau mungkin cuman aku?aku juga gatau apa pernah sedikit aku berjalan di ruang pikiran kamu.

hehe aku jijik selalu berusaha terlihat keren dimata kamu, meski itu bukan aku. karna aku bukan seperti cewe-cewe lainnya yang pandai lempar-melempar kode, bicara blak-blakan berkeluh-kesah tentang apa yang ada di dalam hati, it’s not me. aku terlalu gengsi buat itu, aku selalu ingin terlihat baik-baik saja dimata kamu.

disaat aku ingin mengeluarkan sedikit demi sedikit batu yang mengganjal dihati ini, selalu tertahan ditenggorokan. sial, rasa takut ini selalu lebih besar dari rasa sakit. ah aku muak selalu takut merusak setiap detik pertemuan yang kita nikmati. aku terlalu nyaman sampai tidak memperdulikan setiap pertanyaan yang muncul membelenggu dikepala aku. mungkin pada akhirnya pertanyaan itu akan tetap menjadi pertanyaan, entah berapa banyak waktu lagi yang harus aku tunggu. itu gak masalah buat aku, kalau itu gak mengganggu kenyamanan kita.

6 tahun yang lalu.. aku bangun dikala matahari mulai terbit bersama perasaan biasa saja layaknya anak kelas 5 sd yang polos bangun dari tidurnya. aku terbangun dengan mendengar suara isak tangis dari luar kamar begitu hebat bagai tanggul yang bocor menjadi air terjun yang begitu deras. ada apa?aku bertanya didalam hati dengan perasaan biasa saja. orang-orang memasuki kamarku dengan derai air mata dan kata-kata yang terengah-engah lalu memelukku dengan penuh rasa kasian dan sesekali mengusap kepalaku. ada apa?kenapa???aku semakin bingung, ini aneh. perasaanku mulai tak tentu saat terbesit dipikiranku seorang lelaki yang paling aku cinta didunia ini sedang mengalami masa kritis melawan penyakitnya yang sudah hampir sekitar satu tahun lamanya.. aku diam, aku tak mampu berkata apa-apa dipikiran anak sepuluh tahun saat itu,mungkin itu hanya bagian-bagian mimpi buruk sedang menghampiri. ternyata itu tidak, itu bukan. air mata ini hanya menetes hati ini sakit seperti ada sesuatu yang tersendak dan tidak dapat keluar, mengingat kejadian-kejadian indah bersama beliau yang begitu banyak dimemori ini sekarang benar-benar menjadi kenangan. iya kenangan. apalah arti sebuah kenangan selalu menjadi indah dimemori tetapi sakit dihati. kampung halaman tempat beliau menghabiskan masa kecilnya sangatlah jauh, hingga membuat aku lupa bahwa aku sedang mengantar beliau ketempat peristirahatan terakhirnya. tak ada lagi berlibur bersama beliau kesini,berkumpul bercanda tertawa bersama keluarga lainnya selama idul fitri. mungkin nanti tempat ini,kampung ini hanya akan menjadi tempat dimana memori-memori indah bersamanya semakin tergambar kuat dan membuatku malah sedih berdiam berlama-lama disini sekedar untuk menyejukkan pikiran. didalam kaca mobil disebrang sana aku melihat dengan perasaan tak menentu sedikit tidak percaya sebuah kain hijau yang dibalut diatas panggulan orang-orang memakai baju hitam dan diiring bersama alunan doa itu adalah sesosok lelaki yang tak akan aku liat lagi selamanya. isak tangis kesedihan ini jatuh lagi sekarang semakin deras,tak terbendung lagi melihat yang sedang dimasukan kedalam liang lahat dibalut kain putih itu adalah orang yang paling tak pernah bisa tergantikan dengan banyaknya orang yang memeluk dengan rasa kasian atau hanya sekedar memeberiku ucapan ‘sabar’. bagi anak kecil yang beranjak dewasa saat itu, ia merasa tuhan gak adil. mengingat tak ada lagi yang mengantar sekolah dipagi buta,tak ada lagi menjemput dikala sedang asik bermain dengan teman sebaya disekolah,tak ada lagi canda tawa saat liburan setiap minggunya. tapi inilah hidup luka yang basah sejak itu sekarang mulai kering. setelah 6 tahun lamanya anak kecil yang sekarang sudah dewasa ini ditinggalkan ayah yang paling dicintainya.

"Be happy for no reason, like a child. If you are happy for a reason, you’re in trouble, because that reason can be taken from you."

Deepak Chopra  (via littlemiss)

(Source: weeping-siren, via newyorktoparis)

All my friends tell me I should move on
I’m lying in the ocean, singing your song
Ahhh, that’s how you sang it
Loving you forever, can’t be wrong
Even though you’re not here, won’t move on
Ahhh, that’s how we played it

And there’s no remedy for memory your face is
Like a melody, it won’t leave my head
Your soul is haunting me and telling me
That everything is fine
But I wish I was dead

Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you
I’m scared that you won’t be waiting on the other side
Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you
I’m scared that you won’t be waiting on the other side

All my friends ask me why I stay strong
Tell ‘em when you find true love it lives on
Ahhh, that’s why I stay here

And there’s no remedy for memory your face is
Like a melody, it won’t leave my head
Your soul is haunting me and telling me
That everything is fine
But I wish I was dead

Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you
I’m scared that you won’t be waiting on the other side
Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you

But there’s no you, except in my dreams tonight,
Oh oh oh, ha ha ha
I don’t wanna wake up from this tonight
Oh oh oh oh, ha ha ha ha
I don’t wanna wake up from this tonight

There’s no relief, I see you in my sleep
And everybody’s rushing me, but I can feel you touching me
There’s no release, I feel you in my dreams
Telling me I’m fine

Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you
I’m scared that you won’t be waiting on the other side
Every time I close my eyes
It’s like a dark paradise
No one compares to you

But there’s no you, except in my dreams tonight,
Oh oh oh oh, ha ha ha ha
I don’t wanna wake up from this tonight
Oh oh oh oh, ha ha ha ha
I don’t wanna wake up from this tonight